MPKMB Hari Kedua

2011
09.27

Hari kedua ini, ndu – amell – dila – nechan – yogo – monox – teh nisoph. Berencana ke smansa. Jumat men! Kapan lagi hari selain ini buat ke smansa. Walhasil, kita izin ke panitia lewat surat yang dibikinin sama forkom (kecuali dila sama nechan yang sementara izin lewat PJLT). Yang lucunya, kita izin pas pak Anton lagi menerangkan tentang inovasi pertanian, trus dijemput sama teh nisoph dan a basith ke laskar kami masing-masing amell: 8 – ndu: 10 – nechan: 11 – dila: 12. Orang-orang sekitar pada ngelihatin gitu, kayanya mereka mikir:

“Mereka salah apa sampai disuruh keluar dari laskar gitu”

Haha. Kenapa? Ya iyalah, secara yang ngejemput kita itu..

Teh nisoph: penanggung jawab laskar tani 21
A basith: Komisi Penegak Kedisiplinan laskar 8

Heu.. untung bukan dijemput sama A Bani a.k.a KETUA KOMISI PENEGAK DISIPLIN (yang kalau dia ngomong aja udah pada diem semua angkatan 48). Kami pun ke smansa tanpa perasaan apapun, sampai…..

“Ndu, ndu dimana? Kapan balik lagi ke kampus?”
“Ndu.. cepet balik..”
“Ndu, PJLT kita dicabut tugasnya sama KPK..”
“Ndu konsumsi bukber gimana?”

Gubrak. SMS banyak masuk ke handphone ndu. Ternyata pas kita izin MPKMB, ada satu momen yang membuat PJLT kita dicabut tugasnya. Yaa.. biasalah buat anak smansa mah: masih ingat tentang pencabutan co-PJ MOS kan? Kurang lebih seperti itu ;) . Tapi ini dalam lingkup yang lebih besar, 3000 orang. Poskonya sendiri, cuma a Bani doang, yang teriak:

“KPK CUKUP, KPK MENYEBAR” (katanya)

Dengan suasana seperti itu, otomatis-lah, 3000 orang itu panik, 3000 orang itu beberapa ada yang ngeberontak dan 3000 orang itu (mungkin) ada yang nangis. Dan katanya sih, garda 2 (garda ndu) paling banyak yang ngeberontak. Hihi. Bagus-bagus, setidaknya nggak pasif. Terus, antiklimaksnya adalah, KPK suruh kita ngehandle Buka Puasa Bareng dan minta maaf sama PJLT. Itulah yang jadi sebab, sms bejibun masuk ke handphone ndu. Walau Ndu hanya bisa mengoordinir lewat HP buat sms-in sana-sini, tapi cukup terhandle insya Allah, karena PJ saung ndu yang TOP Inisiatifnya. Tiba-tiba Ndu jadi terpikir, kalau peran ndu sekarang itu seperti komandannya power ranger atau ultraman gitu, yang ngomong lewat HP buat ngoordinir pasukannya. #apa lu teh. hehe

“Dil, kok gw nyantai ya..”
“Iya siah ndu, gw juga..”

Perjalanan di angkot malah bikin kita berdua galau. Galau karena kampus butuh kita (emang iya butuh? yaa.. anggap aja begitu), apa daya hati masih pengen di smansa. Hoho. Memang kami ini PS: Pencinta Smansa #cie. Tapi tanggung jawab itu kan tetep harus dilaksanakan. Sambil masih berbekal caping dan almamater, kami masuk ke laskar masing-masing yang notabene anak-anakya udah pada wangi dan ganti baju (beda banget sama kita yang keringetan, masih baju yang tadi pagi dan muka kucel). Nah, di laskar ndu, sebelum masuk forum, ndu minta izin. Eh taunya diginiin sama KPK..

“Tuh lihat, PUTRI TANI kalian aja telat”

Jlebbb.. Heu. Maaf kak :3. Untungnya, masih dipersilahkan duduk dan masih bisa bertanggung jawab sebagai putri tani dengan optimalisasi kemampuan yang ada. Setidaknya, tutupilah kesalahanmu dengan kebaikan yang lebih banyak. Semoga saja, laskar 10 merasa terlayani dengan sikap ndu yang seperti itu. Ok, pada akhirnya, PJLT pun ‘dikembalikan’. Dan kita semua BUKBER! Yeiy.. senang! :)

Day 3

Malam sebelum hari ketiga ini adalah malam paling galau. #ah galau mulu nih. Iya, galau. Kenapa? Karena sehari kemarin pas kumpul bareng KPK, kita (laskar 10) ngasih komitmen kalau di hari ke-3 ini kita bakal:

1. Hadir semua
2. Tepat waktu
3. Semangat menjalan hari ke-3

Sebagai koordinator putri yang ingin mengabdi pada laskarnya, tentunya harus punya ikhtiar untuk mewujudkan itu. Mulai dari jarkom, sampai datengin PJ Saung ke kamarnya. Trus ada cerita lucu juga di malam ketiga ini. Jadi waktu siang hari kedua, anak-anak 48 ternyata udah dikelompokkan kelas TPB. Mulai dari rumpun P, Q, R sama S. Karena ndu orangnya fudul, ndu sama dua temen ndu akhirnya (dengan nekatnya) keluar habis tarawih ke arah FAHUTAN – Gedung TPB, padahal udah jam 9 kurang 20 menit.JANGAN DICONTOH. Dengan motto, “Rasa orang penasaran itu nggak bakal hilang sebelum ada pembuktian”. Larilah kami dari gerbang astri menuju TKP. Di tengah perjalanan ada seorang cewek teriak..

“Eh, mau ke TPB bukan.. Jangan sekarang, isinya cowok semua..”

Waduh. Tapi tetep aja, 3 orang nekat wa fudul ini lari-lari ke gedung TPB, ngelewatin FAHUTAN yang segitu gelapnya. SEKALI LAGI JANGAN DICONTOH. Pas nyampe sana, gerrr.. Bener ternyata, isinya laki-laki semua yang lagi ngerubungin papan pengumuman. Hiiiy.. Setelah diskusi sejenak, dengan melibatkan pikiran yang lebih rasional, kita memutuskan untuk BERBALIK ARAH. Sambil masih lari-lari, teryata kita cuma dapet olahraga malem dari kenekatan kita tadi. Heheu. #dasar anak labil.

Back to topic, paginya.. Taraaaa! Anggota laskar 10 sudah kumpul dengan rapi. Membawa perlengkapan yang ada, pakai baju garda (merah men!) dan dengan senyum terkembang. Mereka terlihat banget semangatnya. Seneng. Pas dipimpin yel-yel juga mereka semangat, apalagi pas yel-yel versi lagu 7icons:

“LASKAR, LASKAR – SEPULUH, SEPULUH
LASKAR, LASKAR – SEPULUH, SEPULUH
GAK GAK GAK KUAT
GAK GAK GAK KUAT
MEREKA GAK KUAT SAMA LASKAR SEPULUH
GAK GAK GAK LEVEL
GAK GAK GAK LEVEL
KITA GAK LEVEL SAMA LASKAR YANG LAIN”

Hihi. Laskar yang lain pada ngelihatin. Cukup tau :P Mobilisasi pun dimulai, KPK kayanya sumringah banget karena kita udah berbaris rapi. Di hari ketiga ini, kita bakal dimobilisasi ke GWW (lagi). Sampai sana, garda dua ternyata dapet tribun bawah. Err.. Agak kurang maksimal jarak penglihatannya. Tapi gapapalah, kami yakin hari ini akan lebih menyenangkan!

Materi 1 hari ke-3:

Motivasi dari Pak Ari Setyawan (eh bener ga ya namanya. ya.. pokonya motivator yang suka dateng ke smansa selain pak Aris aja). Motivasi ini cukup membuat 48 sadar dan (lagi-lagi) nangis. Karena emosi kita dibawa labil dulu. Pertamanya kita dikasih video yang cukup menghibur, terus ada materi dengan poin-poin yang memotivasi barulah yang ketiga kita dicampakkan pad jurang zona alpha yang paling dalam (lebay). Yang lucu dari sesi ini adalah, waktu pak Ari perkenalan, di CV-nya tertulis:

“Pernah mengisi motivasi di: …… SMA NEGERI 1 BOGOR”

Hha. Si Dila udah langsung senyum-senyum dan teriak-teriak “Itu sekolah gw lho!”. Ya, emang mau digimanain lagi, smansa emang pernah ngundang dan di motivasi sama dia kok. Dan cukup sering, jadi jangan heran kalau anak smansa pas lihat dia di MPKMB kemarin, senyum-senyum atau ekstremny bilang “Wah, pak ini lagi..”. Apalagi, pas diputerin video kak Danang, anak smansa udah pada tahu duluan kayanya.. ;)

Materi 2 hari ke-3:

INI MATERI YANG PALING NDU SUKA!

HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!
HIDUP PERTANIAN INDONESIA!

Aaaaaa. Bikin galau kampus lagi. #apa lu teh. Hheu. Iya, di materi ini yang ngisi itu kak Wahyu. Seorang MAPRES juga PRESMA. Keren kan? Beliau intinya menjelaskan, kalau mahasiswa itu agen pengubah dan Indonesia butuh pemuda untuk bisa memperbaiki sistem-sistem yang ada. Pengabdian yang nggak pernah berhenti buat bangsa, itu juga tugasnya mahasiswa. Terjun langsung ke masyarakat, menjadi corong untuk pertimbangan kebijakan juga diemban tanggung jawabnya oleh mahasiswa. Apalagi mahasiswa INSTITUT PERTANIAN. Yang mau nggak mau memang harus memperjuangkan ketahanan pangan, ketersediaan pangan dan pemerataan pangan bagi rakyat Indonesia. Pokonya, A wahyu dalam orasi wanna be-nya itu bener-bener menyadarkan kita kalau: HAI MAHASISWA! BANGUN! SEKARANG, BUKAN DUNIA PUTIH ABU LAGI! Lalu, kita semua mengucapkan ikrar mahasiswa pertanian yang ditutup dengan:

HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!
HIDUP PERTANIAN INDONESIA!

Materi ke-3 hari ke-3:

Materi yang bikin nyessss.. karena yang menyampaikan a Bani. “Nyess”-nya bukan karena siapa yang menyampaikan tapi apa yang disampaikan. Jadi, di materi ini tuh a Bani bilang:

“Terima kasih, kalian angkatan 48 sudah cukup disiplin dan teratur hari ini. Saya lihat di asrama tadi sudah berbaris dengan rapi dan sangat siap untuk mengikuti MPKMB hari ke-3. Tapi coba kalian lihat di layar. Lihat kelakuan temen kalian! Lihat kata-kata temen kalian! Apa itu yang disebut mahasiswa yang baik! Apa itu yang bisa disebut calon pemimpin bangsa! Apa itu yang kalian bisa balas kepada kami! Kenapa kalian nggak berpikir positif!”

Ternyata, saudara-saudara, yang ditampilkan di layar itu adalah umpatan-umpatan tentang KPK yang diposting oleh beberapa oknum angkatan 48 di jejaring sosial. Ada yang menyebutkan KPK aktinglah, KPK bikin inilah-itulah. Yaa.. pokonya banyak deh, yang intinya menjelekkan KPK. Kasihan juga KPK yang bener-bener memang (insya Allah) ingin mendidik dari hati, tapi ditafsirkan dengan ‘negative thingking’ oleh beberapa oknum 48. Kalau mereka di smansa, mungkin mereka udah pasang spanduk kali ya buat bilang “Nggak suka sama POSKO dan PJ DEVIL”. Heu. #apa tau. Hm, sepertinya angkatan 48 memang harus bisa belajar berpikir positif.

Materi ke-4 hari ke-3:

Sebenernya ini bukan materi, tapi outdoor games. Untungnya garda 2 dapat tempat games yang cukup teduh yaitu di koridor. Jadi nggak terlalu menguras tenaga plus nggak dehidrasi. Di outdorr games ini, laskar ndu battle sama laskarnya monox dan nechan. Akhirnya sih, laskar ndu yang menang.. :D

Materi ke-5 hari ke-3:

B-SPIRIT! Bimbingan spiritual. Bimbingan ini diisi oleh mba-mba Al-Hurriyah. Jadi kaya seminar wanita gitu yang membahas tentang keagamaan. Ada games yang lucu, tentang teko kecil. Ada juga nasyid dari.. Acroda. . . . . (ndu lupa, namanya susah) yang jelas nasyidnya baguuuus..! Beatboxnya juga bagus.

Afwan ya nggak bisa menceritakan materinya karena ndu: Tidur (lagi).. Gomen.

Materi ke-6 hari ke-3:

Nah ini.. yang paling seru, kocak, dan mengejutkan.. Kita dari GWW dimobilisasi lagi ke Lapangan belakang GYM! Bawa marka, nyanyi yel-yel dengan suara seadanya dan tidak lupa mengucapkan salam pada KPK yang tersebar di jalan. Pas sampai sana, a Bani sudah muncul di depan bersiap dengan TOA. Udah gitu kita dievaluasi dari mulai MPKMB hari pertama sampai terakhir. Disebutkan kesalahannya satu per satu. Yang paling mencolok sih tentang etika. Apalagi kalau lihat kejadian tadi pagi, tentang ‘penjatuhan image KPK di jejaring sosial’. Ada juga pelanggaran tentang “Update status pas MPKMB” padahal nggak boleh bawa HP. Beberapa anak yang dinyatakan bersalah pun maju setidaknya ada 7 orang.

Yang paling parah, ada tuh anak yang buku tugasnya cuma 8 lembar. Padahal di SOP, harusnya 48 lembar. Beuh, langsunglah itu jadi ‘bahasan’ KPK dengan dalih bahwa 6 orang yang di depan nggak bakal lulus MPKMB. Sebagai anak smansa yang sudah mencoba hidup bersama MOS dan Regen. Mengacungkan tanganlah ndu, (mungkin di lain tempat beberapa anak smansa juga pasti ngacung). Tapi tetep aja, ngacungnya sia-sia karena disuruh turun lagi. Oh iyam di laskar sebelah ndu juga ada yang mau berdiri ngasih pembelaan, tapi nggak jadi karena nggak temen yang dia ajak berdiri tidak menyambut itu dengan baik. Mungkin karena beda frekuensi dan pemahaman kali ya. Nah, terus, setelah ‘ditekan’, masuklah kami ke simulasi “Siapa yang nggak suka KPK”. Beberapa orang maju, mulai dari garda biru – merah – kuning – coklat – hijau. Salah satu yang bikin keren adalah:

A Bani: Coba satu orang sebutkan alasannya tidak suka KPK!
salah satu anak yang maju: Saya.. tidak suka KPK karena.. (diem sebentar) karena.. (diem lamaaa)
salah satu KPK yang di lapangan: Hei dek! Jangan kelamaan mikir!
salah satu anak yang maju: Karena KPK tidak pernah menjawab salam yang saya berikan
Angkatan 48: (dengan polosnya –> TEPUK TANGAN)
Ndu: (dalam hati) Konyol banget sih, ngapain pada tepuk tangan!
salah satu KPK yang ada di lapangan: Tuh kan kalian tepuk tangan! Berarti kalian setuju! Kenapa kalian nggak maju juga!
salah dua satu KPK yang ada di lapangan (lainnya): Kalian pikir kami akting dek!
A Bani: (dengan senyum sedikit yang bikin anak itu hatuh mentalnya -mungkin-) Kamu, pernah memberi salam ke saya? (pakai tatapan ‘kakak’ yang bilang ke adiknya)
Salah satu anak yang maju: Belum kak..
A Bani:
(menghela nafas) Ya sudah, untuk yang maju di depan ini, silahkan kembali ke laskar masing-masing. Dan saya mau bertanya sama kalian.. Ini apa? (sambil menunjukkan kertas putih yang di tengahnya ada titik hitam)
Angkatan 48: (dengan bersahut-sahutan): Kertas putih.. Titik hitam..

A Bani:
Kalau kalian melihat benda ini dengan pikiran sempit, maka kalian hanya akan melihat titik hitam. Tapi kalau kalian melihat benda ini dengan pikiran terbuka dan luas, maka kalian akan melihat titik putih. Mungkin seperti itu pula kalian melihat KPK, kalau memang kalian melihat kami dengan pikiran sempit maka kalian akan menyimpulkan bahwa KPK itu tukang marah-marah, padahal inti adanya kami disin adalah untuk membuat kalian disiplin dek. Analoginya, dalam keluarga kalian dididik oleh ibu yang penuh kasih sayang dan perhatian, itulah fungsi PJLT. Dan kalian juga pasti dididik oleh ayah yang penuh ketegasan dan bisa dibilang keras, nah itulah fungsi KPK. Jadi saya harap mulai dari sekarang, coba kalian berpikir lebih luas, tidak sempit. Kalian juga sudah dewasa, coba berpikir positif, insya Allah semua kebaikaannya juga untuk kalian. Ok, sekarang, saya minta kalian tutup mata dan balik kanan.

semua angkatan 48 pun tutup mata dan balik kanan.. tiba-tiba..

teng- terengteng-teng-teng
(lagu intro MPKMB)

MPKMB EMPAT DELAPAN…
KAMI DATANG MENJADI PENERUS NUSA BANGSA..
DI IPB, MEMBANGUN IMPIAN..
PERTANIAN MASA DEPAN MENGGALANG PERSAHABATAN..

Ternyata semua panitia MPKMB, baik KPK, PJLT, PDD, Acara, Konsum NARI MPKMB! Kyyaaaaa.. So swiit.. Apalagi KPK-nya, udah pada senyum.. Maniiis deh. Dan..

MARI KAWAN TRUS BERJUANG MEMAJUKAN PERTANIAN INDONESIAAA!
KITA AKAN TETAP MENGABDI
LAKUKAN SEPENUH HATI
TUK BANGGAKAN ORANG TUA KITA..
KITA AKAN TETAP BERKARYA
KERAHKAN SEPENUH JIWA
TUK TENTUKAN MASA DEPAN KITA..
IPB..
EMPAT DLAPAN!

(semuanya pada lempar caping!) Aaaa seruu..

SAHABAT TANI, EMPAT DELAPAN..
KEYAKINAN DAN HARAPAN TUK MERAIH IMPIAN
KAMI SATU, MENJADI YANG TERBAIK
DAN INGATLAH HARI INI, BERSAMA MIMPIMUUUUU!

KITA AKAN TETAP MENGABDI
LAKUKAN SEPENUH HATI
TUK BANGGAKAN ORANG TUA KITA..
KITA AKAN TETAP BERKARYA
KERAHKAN SEPENUH JIWA
TUK TENTUKAN MASA DEPAN KITA..
AAAA..

M – P – K – M – B EMPAT DELAPAN..
LASKAR TANI IPB KITA…

KITA AKAN TETAP MENGABDI
LAKUKAN SEPENUH HATI
TUK BANGGAKAN ORANG TUA KITA..
KITA AKAN TETAP BERKARYA
KERAHKAN SEPENUH JIWA
TUK TENTUKAN MASA DEPAN KITA..

DI IPB..
DI IPB..

EM – PE – KA – EM – BE EMPAT DLAPAN!
MPKMB EMPAT DLAPAN.
MPKMB EMPAT DLAPAN.
MPKMB EMPAT DLAPAN.

EM – PE – KA – EM – BE EMPAT DLAPAN!
(lempar caping lagi)

Fiuuuh, pada tepuk tangan semua. KPK pun menyalami anak2 laskarnya dan keluar aslinya ternyata. Hhehe. Barulah penutupan MPKMB pakai acara lepas balon.. Eh taunya balonnya nggak mau terbang karena keberatan spanduk. Walhasil balik lagi ke panitia. Hehe. MPKMB-nya nggak mau ditutup kali ye.. Hhe. Nah, trus ada award.. dan alhamdulillah.. ndu dapet award Putri Tani terbaik. Seneng sekaligus kaget. Kenapa kaget? Ya.. kaget aja, merasa belum maksimal. Karena di saat ndu seharusnya ada buat laskar 10, ndu malah nggak ada. Waktu bikin video, ndu nggak ikut karena bikin konsep BEBAS 2011. Waktu KPK marah-marah ndu nggak ikut juga karena ada mentoring. Tapi di luar itu, Insya Allah ndu sudah memberi dan melayani semampu ndu, seperti yang ndu janjikan ketika orasi pemilihan Putri Tani Laskar 10. Eh iya, jadi inget kata-katanya kak Devi..


“Inti utama dari pemimpin itu adalah sebagai keeper atau penjaga. Karena setiap ada pemimpin dan yang dipimpin berarti ada suatu perkumpulan yang punya tujuan kan? Nah, pemimpin itulah penjaga dari yang dipimpinnya untuk bisa sama-sama mencapai tujuan. Dan setiap orang punya cara yang berbeda untuk menikmati perjalanan menuju pencapaian tujuan tersebut. Maka pemimpin harus tahu bagaimana menggerakan karakter-karakter yang berbeda itu agar sama-sama menikmati perjalanannya.”

Akhir kata, MPKMB memang jadi salah satu kenangan manis hidup ndu #cie. Sangat berterima kasih kepada:

1. Patra ‘bundar’ Hafid Kurniawan dengan insiden kecelakaannya yang bikin was-was karena nggak tahu siapa yang bakal ‘mimpin’ cowonya.

2. PJLT Laskar 10:
Kak Agung, anak FAHUTAN yang banyak fans-nya.
Kak Siti, anak FMIPA juga KOPMA yang sangaaat perhatian sekali
Kak Syaifah, anak DPM yang sudah menjaga laskar 10
dan Kak Ikhwan, anak FMIPA -ketua angkatan- yang selalu ceria!

3. PJ Saung Laskar 10:
Anna, A1, asal Garut, yang insisiatif dan bertanggung jawab pas bukber
Lina, A2, asal Tanggerang, yang kadang kalau jarkom telat tapi kerjaan beres kok
Ambar A3, asal (lupa), yang kritis dan suka telat kalau kumpul
Baeti, A4, asal Bogor, yang banyaaaak nanya dan suka naik turun tangga (karena di di A4)
Yuni, A5, asal Bogor, yang semangat dan cereweeet banget

4. Seluruh Anggota Laskar 10:
Yang sangaaaat kooperatif dan kompak!

5. Fadila, Anisa Nurul Rossnadia, Amellia, Avicienna Ulhaq, Riza Herzego, Luthfi Riadi, Rizky Prayogo, Riza Herzego Nida Fathan, Ahmad Husein dan Nabila Nur Afifa
Nggak perlu ndu sebutin kan buat apa? :p

6. Qiyamuddin Robbani, Abdul Basith H, Annisa Sophia, Atana Sarah Dinda N. dan M. Nadzir Rasikhuddin
Atas.. bimbingannya dimanapun.. Terima kasih sudah menghidupkan kami lagi. Kangen 2 tahun yang lalu :)

Ok, Wassalamualaikum! ^^

eh bentar.. ada yang terlupa ternyata, yaitu KPK saya!

- Kak Suarti yang dulunya lurah A2, sempet ketemu saya di ranah yang nggak formal dan ketahuan aslinya! hhe.. jazakillah kak atas bimbingan dan didikannya selama MPMKB kemarin. Apalagi yang pas minta kami untuk ke GWW sore-sore buat dapetin tanda tangan kakak, bermakna banget :) Maaf ya kak, kalau biodata kakak saya fudulin lewat FB sama blog buat tugas MPKMB. Hehe.

- Kak Willy yang ternyata kocak dan nggak bisa kontrol muka. Inget banget wakt Aksi Bersih kak willy bilang dengan muka datar..

“Itu nggak usah disapu. Daun itu organik dan bisa terurai sendiri..”

Hhehe. Terima kasih kak sudah mempersilahkan saya duduk.

lihat postingan selanjutnya!